Feel The Flame Forever Burn Teaching Lessons We Must Learn To Bring Us Closer To The Power Of The Dream



 

Name
:
Web URL
:
Message
:
 


BNCC
Felisia
Dufronte
RDT
Endoch
Fany
Forum BNCC
Yos2
Vendy
Wiewie
Indah
Mamoru
i's blog
Adit Upil
Argie
Yayuk
Smile
shellC's
Vivin
Endy
Tiara

  • February 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • January 2006


  • new year, new spirit, new......
  • New hunting result
  • Full Moon @ Kemanggisan
  • Hunting this Weekend
  • Nature hunting
  • Night Shot
  • Foto Model
  • Me n Rudi Hartono
  • Foto satwa dan bunga
  • Lunch bersama penghuni kantor


  • Wednesday, July 27, 2005

    Plenary Hall - Jakarta Convention Center

    Memories of Graduation






    Kerusuhan diatas panggung setelah acara wisuda berakhir -> file na ada di
    sini




    Dekan baroe Universitas Bina Nusantara
    -> file na ada di sini




    Panggung telah dikuasai oleh lulusan baru
    -> file na ada di sini



    Team sukses skripsi "Analisis dan Perancangan Sistem Verifikasi Tanda
    Tangan Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Art Map"

    file na ada di sini





    Gaya yang tolol dan cukup bodoh -> file na ada di sini




    BNCC in action -> file na ada di sini




    Sebener na tu acara lempar topi se, tapi koq topi na ga keliatan ke lempar
    yach


    file na ada di sini




    Liat aja sendiri baru pada ngapain tuch -> file na ada di sini

    posted by cunzzzz @ 4:25 PM  0 comments

    Tuesday, July 26, 2005

    Graduation 32

    Gaudeamus igitur



    Gaudeamus igitur
    Juvenes dum sumus
    Post jucundum juventutem
    Post molestam senectutem
    Nos habebit humus.


    Ubi sunt qui ante nos
    In mundo fuere?
    Vadite ad superos
    Transite in inferos
    Hos si vis videre.

    Vita nostra brevis est
    Brevi finietur.
    Venit mors velociter
    Rapit nos atrociter
    Nemini parcetur.

    Vivat academia
    Vivant professores
    Vivat membrum quodlibet
    Vivat membra quaelibet
    Semper sint in flore.

    Vivant omnes virgines
    Faciles, formosae.
    Vivant et mulieres
    Tenerae amabiles
    Bonae laboriosae.

    Vivant et republica
    et qui illam regit.
    Vivat nostra civitas,
    Maecenatum caritas
    Quae nos hic protegit.


    Pereat tristitia,
    Pereant osores.
    Pereat diabolus,
    Quivis antiburschius
    Atque irrisores.

    (vers. C. W. Kindeleben 1781)

    The lyric above had already been sing by Paramabira at graduation yesterday. That song reverberated at Jakarta Convention Center. I didn't know what's the meaning of that song. But i like the melody. With that song i realize that i'm not a student of Binus University again. Starting the new lifecycle for the better future


    Well.... congratulation too for all my friends that already graduated yesterday. Hope our togetherness will never less while the time goes on and on.

    posted by cunzzzz @ 3:40 PM  0 comments

    Friday, July 15, 2005

    64 dan 65 sama kah ?


    Ini beneran kaga yach????

    posted by cunzzzz @ 1:39 PM  0 comments

    Mau liat bebek yang lucu?






    tuch bebek baru senam pagi kale yeee.....

    posted by cunzzzz @ 9:59 AM  0 comments

    Amazing illusion

    posted by cunzzzz @ 9:38 AM  0 comments

    Wednesday, July 13, 2005

    WINNERS VS LOSERS

    The Winner says,"It may be difficult but it is possible"
    The Loser says ,"It may be possible but it is too difficult"

    When a Winner make a mistake, he says ,"I was wrong"
    When a Loser make a mistake, he says ,"It wasn't my fault"

    The Winner is always part of the answer
    The Loser is always part of the problem

    Winner chooses what they say
    Loser say what they chooses

    The Winner sees an answer for every problem
    The Loser sees a problem for every answer

    Winner sees the gain
    Loser sees the pain

    The Winner says ,"Let me do it for you"
    The Loser says ,"That's not my job"

    Winners believe in win win
    Loser believe win for them and someone has to lose

    A winner makes commitments
    A Loser makes promises

    Winner sees the potential
    Loser sees the past

    Winner makes it happen
    Loser wait it happen

    A winner creates vision
    A Loser creates imagination

    A winner says "I am doing it"
    A Loser says "I'll do it"

    Which are you ?

    posted by cunzzzz @ 5:15 PM  0 comments

    Pernahkah menatap orang terdekat ketika sedang tidur.......

    Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.

    Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar
    dan paling jujur dari seseorang.

    Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik
    dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos
    dan jauh berbeda jika ia sedang tidur.

    Orang paling kejam di dunia pun
    jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

    Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.
    Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu
    kini semakin tua dan ringkih,
    betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,
    betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.
    Orang inilah yang tiap hari bekerja keras
    untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya.
    Orang inilah, rela melakukan apa saja
    asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

    Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda.
    Hmm...kulitnya mulai keriput
    dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu,
    kini kasar karena tempaan hidup yang keras.
    Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita.
    Orang inilah yang paling rajin mengingatkan
    dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang,
    dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

    Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu...
    Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak,
    Sahabat, Semuanya...

    Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
    Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan
    saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.

    Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras
    ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan
    yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.

    Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil
    yang entah kenapa selalu saja nampak besar.

    Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu
    bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.

    Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan.

    Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.

    Tanpa kata, tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya aku hari ini".
    Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah
    kita.

    Suami yang bekerja keras mencari nafkah,
    istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah.
    Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari
    suka dan duka bersama kita.
    Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit
    yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.
    Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan
    seketika membuncah jika mengingat itu semua.

    Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka
    "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, selamanya ...

    posted by cunzzzz @ 5:08 PM  0 comments

    Tuesday, July 12, 2005

    Bebek



    Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek
    dan neneknya dipertanian mereka. Dia mendapat sebuah
    katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan
    berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan
    malam.

    Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan
    neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek
    itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan
    sedih.
    Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam
    timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya
    mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak
    berkata apapun.


    Setelah makan, nenek berkata, "Sally, cuci piring."

    Tetapi Sally berkata, "Nenek, Johnny berkata bahwa dia
    ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?" Dan
    Sally berbisik, "Ingat bebek?"

    Jadi Johnny mencuci piring.

    Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi
    memancing, dan nenek berkata, "Maafkan, tetapi aku
    perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan."

    Tetapi Sally tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa,
    karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu."
    Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?"

    Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.


    Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan
    tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya
    dia tidak dapat bertahan lagi.Ditemuinya nenek dan
    mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta
    ampun.

    Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku,
    aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela
    dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku
    memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan
    membiarkan Sally memanfaatkanmu."

    Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah
    yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu,
    aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga
    selalu berdiri di'jendela'. Dan Dia melihat segalanya.


    Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila
    engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama
    engkau membiarkan musuh memperbudakmu.

    Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni,
    tetapi Dia juga tiak mengingat-ingat lagi dosamu."

    posted by cunzzzz @ 4:26 PM  0 comments

    Friday, July 08, 2005

    Belajar dari keledai


    Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan iu
    menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani
    memikirkan
    apa yang harus dilakukannya.


    Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu
    ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk
    menolong si
    keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya.
    Mereka
    membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.


    Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia
    menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena
    si
    keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke
    dalam
    sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang
    dilihatnya.


    Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan
    kotoran, si
    keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.
    Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya
    turun
    ke bawah, lalu menaiki tanah itu.


    Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas
    punggung
    hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah
    naik.
    Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi
    sumur
    dan melarikan diri!


    Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala
    macam
    tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah,
    dsb)
    adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita
    (pikiran, dan hati kita)
    dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut
    sebagai
    pijakan.


    Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk
    melangkah.
    Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang,
    jangan
    pernah menyerah! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan
    melangkahlah
    naik !!!

    Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

    1. Bebaskan dirimu dari kebencian
    2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
    3. Hiduplah sederhana
    4. Berilah lebih banyak
    5. Berharaplah lebih sedikit
    6. Tersenyumlah
    7. Miliki teman seperti aku ^_^

    posted by cunzzzz @ 4:09 PM  0 comments

    Good answer or just seduction ???



    Boy: Do I ever cross your mind?

    Girl: No

    Boy: Do you like me?

    Girl: Not really

    Boy: Do you want me?

    Girl: No

    Boy: Would you cry if I left?

    Girl: No

    Boy: Would you live for me?

    Girl: No

    Boy: Would you do anything for me?

    Girl: No way

    Boy: What would you choose: your life or me?

    Girl: My life

    The boy runs away in shock and pain and the
    girl runs after his and says...

    The reason you never cross my mind is because
    you're always on my mind.

    The reason why I don't like you is because I love
    you.

    The reason I don't want you is because I need you.

    The reason I wouldn't cry if you left is because I
    would die if you left.

    The reason I wouldn't live for you is because I
    would die for you.

    The reason why I'm not willing to do anything for
    you is because I would do everything for you.

    The reason I chose my life is because you ARE
    my life.

    posted by cunzzzz @ 3:56 PM  0 comments

    Monday, July 04, 2005

    Meja Kayu

    Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orang tua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orang tua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan matanya yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu,” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada air mata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

    Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu, “Kamu sedang membuat apa?” Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti akan kuletakan disudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. Jawaban itu membuat kedua orang tuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, air mata pun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orang tua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.


    Teman, anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orang tua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “Bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

    Teman, kadang tidak terpikirkan oleh kita betapa beratnya mangasuh kita ketika kecil. Hampir setiap hari mereka kurang tidur, karena harus menjaga kita, mencuci pakaian kita, mendidik kita, dll. Tapi mereka tidak pernah menuntut apa-apa, selain pengharapan yang begitu besar dimasa depan.

    Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

    posted by cunzzzz @ 4:06 PM  0 comments

    Arti berbagi yang sebenarnya

    Sepasang kakek-nenek datang kerestoran Mc Donald dengan saling
    menuntun.Mereka duduk disebuah bangku panjang berdua, disamping seorang anak
    muda.Si kakek segera berdiri dan memesan makanan, sebuah hamburger, seporsi
    kentang goreng dan segelas minuman. Setelah itu kembali duduk, membagi
    hamburger jadi 2 bagian, menghitung kentang goreng dengan cermat dan
    membagi adil dengan si nenek, kemudian mengambil dua sedotan, menaruh gelas
    minuman tepat ditengah meja.
    Si anak muda memperhatikan tingkah sepasang kakek-nenek itu dengan
    salut. Si kakek kemudian mulai makan bagiannya, sementara si nenek hanya
    memperhatikan. Si anak muda merasa kasian, akhirnya mendekat dan
    berkata:"Kek boleh...
    Si Kakek jawab : "tidak usyah terima kasih.. kami selalu berbagi
    makanan yang sama". Sampai si kakek selesai makan, mengelap mulut dengan
    tissue, si nenek masih saja menunggu tanpa menyentuh makanan bagiannya. Si anak
    muda mendekat lagi, kali ini berkata : "Nek, boleh saya belikan makanan yang
    lain, mungkin nenek tidak suka yang ini?"
    Si Nenek jawab: "Tidak terimakasih.."
    Terus si Anak muda bertanya lagi, kalau begitu kenapa makanannya tidak
    dimakan, katanya kalian suka berbagi?
    Kata si Nenek "SAYA SEDANG MENUNGGU GIGI......GANTIAN SAMA KAKEK!!!!!"

    posted by cunzzzz @ 3:22 PM  0 comments

    Friday, July 01, 2005

    Rahasia Umur SAPI, MONYET, ANJING dan MANUSIA


    Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.

    Beliau berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau! Sebagai
    sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah
    terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun."
    Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun.
    Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun"
    Maka setujulah Tuhan.




    Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah
    manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab
    "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa?
    10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu"
    Maka setujulah Tuhan.



    Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau
    lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat
    kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!"
    Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No
    way.! Kukembalikan 10 tahun padamu". Maka setujulah Tuhan.


    Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan:
    "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang.
    Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya.
    Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!"
    Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 25
    tahun?
    Itu terlalu pendek Tuhan. Let's make a deal. Karena sapi
    mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun,
    dan monyet
    mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu
    padaku.
    Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun.
    Setuju ?"
    Maka setujulah Tuhan.

    AKIBATNYA..............................

    Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan
    (kita makan, tidur dan bersenang-senang)

    30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi
    (kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga
    kita.)

    10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa
    dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.

    Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu,
    dan menggonggong kepada orang yang lewat ;)

    posted by cunzzzz @ 2:40 PM  0 comments

    Sahabat adalah ........

    Seseorang yang menyukaimu,
    Seseorang dengan siapa kau dapat menjadi diri sendiri,
    Seseorang yang menghargai kebaikan-kebaikanmu,
    tidak berkeberatan dengan kekuranganmu,
    dan melihat kelebihan-kelebihan dalam dirimu.

    Dengan seorang Sahabat, kau dapat berbagi tawa....
    berbagi rahasia.... bertukar pandangan....
    berbagi kesuksesan maupun kekecewaan....
    dan macam-macam persoalan.... besar maupun kecil.

    Seorang Sahabat adalah....
    Seseorang yang dapat memahami perasaanmu tanpa kau ucapkan,
    Seseorang yang dekat denganmu dan selalu memaafkanmu,
    Seseorang yang selalu membesarkan hati,
    dan tak pernah membuatmu merasa kecil.

    Sahabat adalah Seseorang yang membuatmu merasa bahwa dunia ini indah.

    Dan Kau adalah Sahabatku.....

    posted by cunzzzz @ 2:38 PM  0 comments