

|
Wednesday, July 27, 2005
Memories of Graduation
Kerusuhan diatas panggung setelah acara wisuda berakhir -> file na ada di sini
Dekan baroe Universitas Bina Nusantara   -> file na ada di sini
Panggung telah dikuasai oleh lulusan baru   -> file na ada di sini 
Team sukses skripsi "Analisis dan Perancangan Sistem Verifikasi Tanda Tangan Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Art Map"
file na ada di sini
Gaya yang tolol dan cukup bodoh -> file na ada di sini
BNCC in action -> file na ada di sini
Sebener na tu acara lempar topi se, tapi koq topi na ga keliatan ke lempar yach 
file na ada di sini
Liat aja sendiri baru pada ngapain tuch -> file na ada di sini
posted by cunzzzz @ 4:25 PM
Tuesday, July 26, 2005
Gaudeamus igiturGaudeamus igitur Juvenes dum sumus Post jucundum juventutem Post molestam senectutem Nos habebit humus. Ubi sunt qui ante nos In mundo fuere? Vadite ad superos Transite in inferos Hos si vis videre. Vita nostra brevis est Brevi finietur. Venit mors velociter Rapit nos atrociter Nemini parcetur. Vivat academia Vivant professores Vivat membrum quodlibet Vivat membra quaelibet Semper sint in flore. Vivant omnes virgines Faciles, formosae. Vivant et mulieres Tenerae amabiles Bonae laboriosae. Vivant et republica et qui illam regit. Vivat nostra civitas, Maecenatum caritas Quae nos hic protegit. Pereat tristitia, Pereant osores. Pereat diabolus, Quivis antiburschius Atque irrisores. (vers. C. W. Kindeleben 1781) The lyric above had already been sing by Paramabira at graduation yesterday. That song reverberated at Jakarta Convention Center. I didn't know what's the meaning of that song. But i like the melody. With that song i realize that i'm not a student of Binus University again. Starting the new lifecycle for the better future     Well.... congratulation too for all my friends that already graduated yesterday. Hope our togetherness will never less while the time goes on and on.   
posted by cunzzzz @ 3:40 PM
Friday, July 15, 2005
 Ini beneran kaga yach????   
posted by cunzzzz @ 1:39 PM
 tuch bebek baru senam pagi kale yeee.....  
posted by cunzzzz @ 9:59 AM
posted by cunzzzz @ 9:38 AM
Wednesday, July 13, 2005
The Winner says,"It may be difficult but it is possible" The Loser says ,"It may be possible but it is too difficult" When a Winner make a mistake, he says ,"I was wrong" When a Loser make a mistake, he says ,"It wasn't my fault" The Winner is always part of the answer The Loser is always part of the problem Winner chooses what they say Loser say what they chooses The Winner sees an answer for every problem The Loser sees a problem for every answer Winner sees the gain Loser sees the pain The Winner says ,"Let me do it for you" The Loser says ,"That's not my job" Winners believe in win win Loser believe win for them and someone has to lose A winner makes commitments A Loser makes promises Winner sees the potential Loser sees the past Winner makes it happen Loser wait it happen A winner creates vision A Loser creates imagination A winner says "I am doing it" A Loser says "I'll do it" Which are you ?
posted by cunzzzz @ 5:15 PM
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya. Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar. Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan. Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu... Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya... Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar. Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya aku hari ini". Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita. Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita. Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, selamanya ...
posted by cunzzzz @ 5:08 PM
Tuesday, July 12, 2005
BebekAda seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka. Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih. Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun. Setelah makan, nenek berkata, "Sally, cuci piring." Tetapi Sally berkata, "Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?" Dan Sally berbisik, "Ingat bebek?" Jadi Johnny mencuci piring. Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, "Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan." Tetapi Sally tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu." Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?" Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah. Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi.Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu." Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga selalu berdiri di'jendela'. Dan Dia melihat segalanya. Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu. Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga tiak mengingat-ingat lagi dosamu."
posted by cunzzzz @ 4:26 PM
Friday, July 08, 2005
Belajar dari keledaiSuatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan iu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri! Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!! Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan : 1. Bebaskan dirimu dari kebencian 2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan 3. Hiduplah sederhana 4. Berilah lebih banyak 5. Berharaplah lebih sedikit 6. Tersenyumlah 7. Miliki teman seperti aku ^_^
posted by cunzzzz @ 4:09 PM
Good answer or just seduction ??? Boy: Do I ever cross your mind? Girl: No Boy: Do you like me? Girl: Not really Boy: Do you want me? Girl: No Boy: Would you cry if I left? Girl: No Boy: Would you live for me? Girl: No Boy: Would you do anything for me? Girl: No way Boy: What would you choose: your life or me? Girl: My life The boy runs away in shock and pain and the girl runs after his and says... The reason you never cross my mind is because you're always on my mind. The reason why I don't like you is because I love you. The reason I don't want you is because I need you. The reason I wouldn't cry if you left is because I would die if you left. The reason I wouldn't live for you is because I would die for you. The reason why I'm not willing to do anything for you is because I would do everything for you. The reason I chose my life is because you ARE my life.
posted by cunzzzz @ 3:56 PM
Monday, July 04, 2005
Meja KayuSuatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orang tua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orang tua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan matanya yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu,” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada air mata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu, “Kamu sedang membuat apa?” Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti akan kuletakan disudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. Jawaban itu membuat kedua orang tuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, air mata pun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orang tua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Teman, anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orang tua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “Bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak. Teman, kadang tidak terpikirkan oleh kita betapa beratnya mangasuh kita ketika kecil. Hampir setiap hari mereka kurang tidur, karena harus menjaga kita, mencuci pakaian kita, mendidik kita, dll. Tapi mereka tidak pernah menuntut apa-apa, selain pengharapan yang begitu besar dimasa depan. Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
posted by cunzzzz @ 4:06 PM
Arti berbagi yang sebenarnyaSepasang kakek-nenek datang kerestoran Mc Donald dengan saling menuntun.Mereka duduk disebuah bangku panjang berdua, disamping seorang anak muda.Si kakek segera berdiri dan memesan makanan, sebuah hamburger, seporsi kentang goreng dan segelas minuman. Setelah itu kembali duduk, membagi hamburger jadi 2 bagian, menghitung kentang goreng dengan cermat dan membagi adil dengan si nenek, kemudian mengambil dua sedotan, menaruh gelas minuman tepat ditengah meja. Si anak muda memperhatikan tingkah sepasang kakek-nenek itu dengan salut. Si kakek kemudian mulai makan bagiannya, sementara si nenek hanya memperhatikan. Si anak muda merasa kasian, akhirnya mendekat dan berkata:"Kek boleh... Si Kakek jawab : "tidak usyah terima kasih.. kami selalu berbagi makanan yang sama". Sampai si kakek selesai makan, mengelap mulut dengan tissue, si nenek masih saja menunggu tanpa menyentuh makanan bagiannya. Si anak muda mendekat lagi, kali ini berkata : "Nek, boleh saya belikan makanan yang lain, mungkin nenek tidak suka yang ini?" Si Nenek jawab: "Tidak terimakasih.." Terus si Anak muda bertanya lagi, kalau begitu kenapa makanannya tidak dimakan, katanya kalian suka berbagi? Kata si Nenek "SAYA SEDANG MENUNGGU GIGI......GANTIAN SAMA KAKEK!!!!!"
posted by cunzzzz @ 3:22 PM
Friday, July 01, 2005
Rahasia Umur SAPI, MONYET, ANJING dan MANUSIADi awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Beliau berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau! Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun" Maka setujulah Tuhan. Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka setujulah Tuhan. Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!" Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No way.! Kukembalikan 10 tahun padamu". Maka setujulah Tuhan. Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!" Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 25 tahun? Itu terlalu pendek Tuhan. Let's make a deal. Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun. Setuju ?" Maka setujulah Tuhan. AKIBATNYA.............................. Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan (kita makan, tidur dan bersenang-senang) 30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi (kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.) 10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur. Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat ;)
posted by cunzzzz @ 2:40 PM
Sahabat adalah ........Seseorang yang menyukaimu, Seseorang dengan siapa kau dapat menjadi diri sendiri, Seseorang yang menghargai kebaikan-kebaikanmu, tidak berkeberatan dengan kekuranganmu, dan melihat kelebihan-kelebihan dalam dirimu. Dengan seorang Sahabat, kau dapat berbagi tawa.... berbagi rahasia.... bertukar pandangan.... berbagi kesuksesan maupun kekecewaan.... dan macam-macam persoalan.... besar maupun kecil. Seorang Sahabat adalah.... Seseorang yang dapat memahami perasaanmu tanpa kau ucapkan, Seseorang yang dekat denganmu dan selalu memaafkanmu, Seseorang yang selalu membesarkan hati, dan tak pernah membuatmu merasa kecil. Sahabat adalah Seseorang yang membuatmu merasa bahwa dunia ini indah. Dan Kau adalah Sahabatku.....
posted by cunzzzz @ 2:38 PM
|